Senin, 25 Juni 2012

TULISAN :MASYARAKAT DAN KESENIAN INDONESIA


MASYARAKAT DAN KESENIAN INDONESIA

1. Sinetron merupakan salah satu bentuk ‘seni’ yang berkaitan dengan unsur bisnis/komersial : 5 akibat negatif dan 5 akibat positif (dengan alasan) dari hubungan antara masyarakat dan sinetron yakni :
- Akibat negatif :
Sinetron membuat masyarakat pedalaman atau yang berada di daerah terpencil dibodoh-bodohi oleh cerita yang ada dalam sinetron.
Contohnya : sinetron tentang jin yang baik maupun yang buruk. Masyarakat terpencil atau yang tidak berpendidikan khususnya anak-anak mungkin saja berpikiran bahwa manusia bisa berteman dengan jin yang baik dan bisa melakukan apa saja dengan bantuan jin tersebut. Sehingga manusia tidak perlu lagi meminta kepada Tuhan melainkan kepada Jin tersebut.
Sinetron membawa masyarakat pada kebinasaan anak-anak dan remaja.
Contohnya : Sinetron remaja yang bertemakan cinta. Yang mana menceritakan para remaja bebas berpacaran, berdua-duaan dengan lawan jenis, bahkan di kalangan SD, anak-anak sudah bisa pacaran. Tentu hal ini berdampak pada moral anak-anak yang bisa saja dapat merusak masa depan mereka.

Sinetron memperluas jaringan modernisasi dan westernisasi negatif pada masyarakat Indonesia.
Contohnya : Sinetron yang menceritakan tentang kehidupan remaja yang bermabuk-mabukan, ke diskotik, narkoba, pergaulan bebas, dan sebagainya. Hal ini membuat masyarakat berfikir bahwa kesemua penyimpangan sosial tersebut bukan merupakan masalah besar melainkan hanya masalah umum yang berlaku dan karena telah hidup di dunia modern.
Sinetron banyak menceritakan hal-hal mistis.
Contohnya : Sinetron mistik yang mengatasnamakan cerita rakyat membuat masyarakat Indonesia percaya akan adanya mistis-mistis yang dapat mematikan kesadaran religiusnya. Karena, akan memberikan contoh kepada masyarakat bahwa mistis itu ada dan dapat dipercaya.
Sinetron mengurangi waktu Ibu rumah tangga.
Contohnya : Banyak sinetron yang bermunculan di layar televisi menjadikan masyarakat khususnya ibu rumah tangga terkuras waktunya hanya untuk menonton dan tidak lagi memperdulikan anak-anak dan suaminya. Mereka cenderung menyukai cerita-cerita percintaan yang diselingi ketegangan seperti Intan, Tersanjung dan sebagainya.
- Akibat Positif
Sinetron memberikan informasi kepada masyarakat tentang fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Contohnya : Sinetron Cinderella yang menceritakan bahwa dalam kehidupan masyarakat ada ibu yang kehilangan anaknya, ada orang yang suka menukar anak ketika lahir, ada orang-orang yang mau menghancurkan bisnis yang dibangun, dan fenomena-fenomena lainnya.

Sinetron menjadi wahana ibadah bagi pembuat dan masyarakat.
Contohnya : Sinetron-sinetron religi atau yang berhubungan dengan kesadaran beragama akan menjadikan masyarakat yang menonton telah melakukan hal-hal yang bernilai ibadah. Karena sinetron tersebut merupakan dakwah yang sangat bermanfaat untuk memberikan kesejukan rohani bagi penontonnya.
Sinetron memberikan banyak pelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat.
Contohnya : Sinetron-sinetron yang menceritakan tentang cerita rakyat di masa lampau seperti Malin Kundang, Bawang Merah Bawang Putih, yang mana cerita-cerita ini dapat menjadi pedoman bagi penonton untuk selalu berbuat baik kepada orang tua, saudara-saudara agar hidup menjadi bahagia dan tidak dimusuhi oleh orang sekitar.
Sinetron menjadi inspirasi bagi masyarakat yang bergelut dalam tulis-menulis.
Contohnya : Sinetron-sinetron yang menceritakan tentang hal-hal baru, misalnya cerita-cerita yang romantis. Hal ini dapat menjadi inspirasi bagi penulis novel dalam mengembangkan karya-karyanya lewat kata-kata indah yang mungkin baru didengarnya.

Sinetron dapat mengubah karakter seseorang dari yang buruk menjadi baik.
Contohnya : Cerita-cerita dalam sinetron yang menceritakan tentang karakter seseorang yang hampir mendekati sempurna, atau ada seseorang yang cacat fisik namun tidak berputus asa dan terus berjuang melawan kerasnya hidup serta gengsinya.

2. Seni tari, seni lukis, seni sastra yang bersifat tradisi memiliki hubungan yang sangat kuat dengan sistem kepercayaan masyarakat. Hubungan tersebut disertai dengan contoh-contoh dari salah satu masyarakat daerah Sul-Sel yakni :
o Seni Tari Menanam Padi bagi kepercayaan masyarakat Bugis Pangkep dan Sidrap.
Daerah Bugis Pangkep dan Sidrap terdapat seni tari tradisional yang sangat sarat dengan sistem kepercayaan masyarakat setempat. Seni tari tersebut yakni tarian dimana ketika masyarakat sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk turun ke sawah dan menanam padi. Tariannya sangat singkat namun memiliki makna yang dalam. Dimana para lelaki akan menusuk-nusukkan keris ke tubuhnya. Walaupun dalam keadaan yang tak sadar atau seperti kerasukan. Sambil menyiapkan sesajen berupa beras ketan 7 warna untuk dipersembahkan kepada Dewi Padi dengan percaya bahwa Dewi Padi akan memberi kesejahteraan kepada masyarakatnya.
o Seni Lukis Sultan Hasanuddin bagi kepercayaan masyarakat Sul-Sel.
Sultan Hasanuddin merupakan pahlawan yang membela Sulawesi-Selatan ketika penjajahan Belanda. Sultan Hasanuddin dipercaya sebagai tokoh teladan masyarakat Sulawesi Selatan yang sangat kuat dan tangguh. Sehingga masyarakat semestinya meniru sikap dan sifat Pahlwan ini.

o Seni Sastra I La Galigo bagi kepercayaan masyarakat Luwu, dan Bugis-Makassar.
I La Galigo merupakan sastra terpanjang dengan ratusan ribu baris syair. Di dalam I La Galigo terdapat karakter-karakter hebat yakni Sawerigading yaitu seorang pelaut yang sangat kaya dan sangat tangguh. Juga We Cudai yang sangat cantik menawan. Cerita I La Galigo yakni mengenai awal penciptaan bumi. Oleh karenanya tokoh-tokohnya dipercayai sebagai pemberi kesejahteraan bagi manusia di bumi. Seperti saudara Sawerigading yang dikenal sebagai Dewi Padi. Sehingga banyak masyarakat Bugis yang memberi nama kepada anak-anaknya dengan nama-nama para tokoh dalam I La Galigo agar anak-anaknya dapat memberi kesejahteraan bagi keluarga.
Hal ini juga masih dipercayaai oleh sebagian masyarakat Bugis yang mempercayaai bahwa pernah ada manusia yang turun dari langit.
3. 4 fungsi kesenian sesuai pandangan William Bascom dengan menunjukkan contoh kepada karya kesenian tertentu.

Sistem Projeksi : Pencerminan dari angan-angan para kreator. Misalnya seni Sastra yang mana pengarang akan menumpahkan apa yang diangan-angankan atau ide-idenya baik mengenai karakter, narasi, setting, dan sebagainya agar dapat menarik perhatian. Contohnya karya sastra
Harry Potter yang merupakan projeksi dari angan-angan pengarang mengenai adanya seorang anak yang memiliki kekuatan luar biasa di dunia sihir.
Pengesahan pranata dan ritus : Pengesahan mengenai adanya sistem kepercayaan yang dianut oleh masyarakat. Misalnya seni Tari Kecak di Bali, yang membenarkan bahwa adanya pertarungan antara roh-roh leluhur dengan roh-roh yang jahat.
Media Pendidikan : Kesenian memberikan banyak pendidikan bagi masyarakat. Khususnya seni sastra dan seni sinetron. Terutama yang menyajikan cerita-cerita bergizi yang sarat manfaat. Misalnya cerita-cerita religius dalam novel atau sinetron yang mana karakter seseorang dapat terbentuk dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Media pemaksa agar nilai-nilai ditaati : Kesenian merupakan produk kebudayaan yang dapat menjadi sarana agar nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai moral harus ditaati. Contohnya tari-tarian atau musik-musik yang menyajikan unsur-unsur religi dimana hasil karya seni harus memiliki nilai manfaat dan tidak melanggar etika yang berlaku. Contohnya seni sastra. Seni sastra tidak hanya bisa memberi manfaat fantasi dan rekreasi bagi pembaca namun harus juga dapat memberi pengaruh positif bukan yang melanggar etika dengan cerita-cerita jorok yang sama sekali tidak memberikan manfaat apa-apa
4. Pendapat mengenai tingkat apresiasi kesenian masyarakat kota Makassar sekarang ini. Berikan penjelasan dan alasan pendapat saudara.
- Menurut saya, tingkat apresiasi masyarakat Makassar terhadap kesenian sekarang ini masih labil. Karena, seperti yang dilihat pada acara-acara formal seperti ulang tahun fakultas, penamatan mahasiswa, pasti disuguhkan seni tari tradisional sulawesi atau paduan suara lagu-lagu tradisional sulawesi selatan. Juga sekarang masih dikembangkan lomba-lomba tari di sekolah-sekolah atau menyanyi lagu-lagu tradisional. Bahkan masyarakat Makassar sudah dapat menggarap sendiri video clip bagi lagu-lagunya yang indah walaupun dengan bahasa Bugis atau Makassar.Masyarakat juga sekarang sudah dapat membuat karya sastra sendiri, film sendiri, sinetron sendiri, dan sebagainya. Jadi, semakin zaman berkembang dan teknologi semakin maju, masyarakat Makassar semakin bisa mengembangkan karya-karya seninya walaupun dengan label adat Sulawesi Selatan.
Namun, ada pula sebagian masyarakat yang tak acuh terhadap karya seni. Mereka cenderung hanya menyaksikan atau sebagai penonton sejati, tanpa ada kreativitas untuk menghasilkan inovasi-inovasi terhadap karya-karya seni.

http://id.wikipedia.org/wiki/Seni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...